Selamat datang di Sudirman Indonesia, semoga anda dapat menemukan inspirasi dari artikel yang kami sajikan
Showing posts with label Opinion. Show all posts
Showing posts with label Opinion. Show all posts

Tuesday, July 23, 2013

Menanam Asa Membangun Imperium Optimis

,
Sebuah perusahaan ibarat kendaraan yang sejatinya menjadi alat transportasi menuju tujuan. Keberadaan suatu kendaraan tentu saja karena adanya produsen dan pemilik kendaraan. Kendaraan yang baik adalah kendaraan yang memenuhi standard kelayakan operasi yang benar.


Tuesday, August 30, 2011

Idul Fitri

,
الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ الله ُأكْبَرْ وَلِلَّهِ الْحَمْد

Assalamu'alaikum warahatullahi wabarakatuh 
Ucapan "Selamat Hari Raya Idul Fitri, Taqobalallahu Minnaa wa Minkum, Minal 'Aidin wal Faizin, Mohon Maaf Lahir Batin", merupakan ucapan yang biasa disampaikan dan diterima oleh kaum muslimin di hari lebaran, baik melalui lisan ataupun kartu ucapan idul fitri. Ada dua kalimat yang diambil dari bahasa arab di sana, yaitu kalimat ke dua dan tiga. Apakah arti kedua kalimat itu? Dari mana asal-usulnya? Sebagian orang kadang cukup mengucapkan minal 'aidin wal faizin dengan bermaksud meminta maaf. Benarkah dua kalimat yang terakhir memiliki makna yang sama? Para Sahabat Rasulullah biasa mengucapkan kalimat Taqobalallaahu minnaa wa minkum di antara mereka. Arti kalimat ini adalah semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian. Maksudnya, menerima amal ibadah kita semua selama bulan Ramadhan.

Thursday, August 4, 2011

Puasa

,
Assalamu'alaikum wrwb.

Falsafah dan makna puasa
Puasa adalah kewajiban universal untuk setiap umat manusia dan setiap agama memiliki syariat atau tatacara melakukan puasa. Dan kita sebagai umat islam dan umat Nabi Muhammad SAW meyakini sepenuh hati bahwa puasa adalah kewajiban yang telah disyariatkan untuk setiap muslim/mukmin.
Setiap perintah Tuhan yang telah disyariatkan mengandung konsekwensi logis untuk ditunaikan sebagai sebuah kewajiban dan akan mendapatkan pahala sebagai balasannya bila ditunaikan dengan hati yang tulus dan penghambaan kepada Allah yang Maha Esa.

Tuesday, August 2, 2011

Perubahan

,

Era globalisasi telah meruntuhkan sekat-sekat yang dulu pernah mebatasi setiap individu pada eranya. Kondisi ini dimanfaatkan untuk menguasai satu dengan yang lainnya. Bahkan tidak sedikit binasa akibat peperangan dan penindasan. Era globalisasi telah merubah segala format dan gaya hidup, interaksi masyarakat begitu bebasnya, nyaris tanpa pembatas, jika pun ada, hanya ada pada blok pikiran dan perasaan masing-masing. Lantas bagaimana mencermati kondisi seperti ini dan bagaimana kita mengambil manfaat? Bagaimana pula menjadikan tantangan sebagai peluang atau bagaimana menciptakan peluang?
Pada era yang lalu, orang-orang juga sudah berbicara tentang peluang. Hanya saja peluang yang dimaksud adalah lowongan menjadi pegawai negeri. Entah kenapa setiap penduduk usia kerja  ketika itu jika berbicara masalah peluang, sontak saja pikiran terfokus pada bagaimana menjadi pegawai negeri / pegawai kantoran. Padahal gaji pegawai negeri pada saat itu kecil dan ala kadarnya. Saya tidak bilang pendapatan pegawai ya. Pasalnya saat itu para Bapak-bapaknya Pegawai itu pada kaya raya. Hanya orang-orang yang memiliki sisa-sia idealisme yang mampu menahan diri untuk tidak ikut dalam arus penimunan kekayaan yang tidak terkendali.
Kini peluang tidak lagi sempit, tidak lagi didominasi oleh satu kelompok, satu bidang profesi atau satu wilayah tertentu. Peluang dapat saja tercipta dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Pada awal-awal kebebasan, orang-orang berburu peluang diberbagai bidang pekerjaan. Kini sudah lebih progress dari sekedar berburu peluang, kini sudah sampai era menciptakan peluang. Seperti itulah perjalanan bangsa kita. Saya tidak tau persis apakah ini terkait dengan proses menuju tingkat kedewasaan atau hanya sebuah eforia bangsa yang sedang mencari jati diri. Apalah yang jelas perubahan ini patut disyukuri, dengan kondisi ini kita tidak lagi memilih sesuatu diantara sedikit pilihan tapi dapat memilih diantara seabreg pilihan yang menjanjikan.
        
 

Thursday, July 21, 2011

Gila bener...

,
Sebagai seorang pegawai, saya melaksanakan beberapa ritual hidup layaknya anda lakukan setiap hari. Terkadang keluar dari rutinitas sekedar ingin mengusir kejenuhan dan kegalauan akibat berbagai kondisi yang tak kunjung berubah sebagaimana yang diharapkan.

Dalam jarak yang tidak terlalu jauh antara tempat tinggal saya dengan tempat kerja, saya sering menyaksikan kejadian-kejadian diluar kebiasaan dan kewajaran dalam perjalanan menuju tempat kerja yang serasa mengusik naluri kemanusiaan kita. Pagi ini saja terdapat  berapa keanehan yang saya saksikan ditengah

Monday, April 11, 2011

Menyekolahkan vs Mendidik Anak.

,
Anak-anak saya kini sudah sarjana semua, tugas saya selaku orang tua sudah selesai”.
Setiap orang mendambakan keturunan yang lebih baik bahkan keinginan tersebut melampaui kondisi dari diri sang orang tua itu sendiri. Cita-cita seperti ini terjadi pada setiap orang yang memiliki keturunan tidak terkecuali orang tua yang secara ekonomi tergolong kurang mampu. Yang membedakan adalah kesempatan dan dukungan untuk mencapai keberhasilan sang anak. Kesempatan dan dukungan fasilitas   bukanlah faktor dalam keberhasilan seorang anak, tapi faktor motivasi dan daya juanglah yang akan menjadi faktor penentu keberhasilan.